‘Di kiri jalan aq di lahirkan’
20-juni-2012
Di usia aq yg bertambah ini,kebahagiaan itu datang dengan
sendiri tanpa aq sadari!!!tiga hari kedepan aq meraih semua impian itu,setelah
perjuangan yg aq alami,akhirnya selesai sudah study di tingkatan sarjana,meski
aq tempuh dengan kesengsaraan yg tiada habisnya.
Ucapan terima kasih aq ucapkan untuk kedua orang tua,yang
selama ini,sudah banyak berperan dalam keberlangsungan masa depan aq,dan untuk
kawan2 aq,yg selama ini telah menjadi inspirasi dan teladan dalam kehidupan dan
keseharian aq,(kebahagian dalam hidup ini adalah bisa mengenal kalian,)
Perjalan selama
hampir 1,5 th di Jakarta membuat aq semakin dewasa,banyak hal yg dapat aq terima di sana!etika,moral di uji
ketika harus bertarung dalam kehidupan
yg keras,kesiapan mental yg kurang membuat aq harus kembali ke kota asal aq,di
Surabaya aq menlanjutan studi ,yang harus aq selesaiakan agar kedua orang tua
aq bahagia….terlepas dari situ sebuah kekuatan besar menghampiri ,dan aq
menjadi dewasa di sana,sebuah organisasi
yg menuntun aq untuk dapat mengaplikasikan apa yang aq pelajari dalam konteks
praksis di dalam masyarakat…
Selalu membuka ruang2 diskusi itu hal yg harus kita
tumbuhkan,(100 orang tanpa pendidikan itu sebuah pemberontakan,1orang dengan
pendidikan itu awal dari gerakan)ini adalah kata2 yg aq pegang teguh selama
ini,di situ aq dapat melihat kualitas sebuah organisasi,termasuk di dalam nya
bagaimana program,menejemen dan kepemimpinan di bentuk,di situlah aq temukan organisasi
yg bersifat ideologis,bukan FEODALIS-KHARISMATIS,program yg selalu di kaji ,secara
kritis melalaui Kritik Otokritik yg benar sesuei metodologi yg
digariskan,sehingga terhindar dari romantisme dan subyektivisme.
Disinilah aq melihat kehidupan bernegara-bangsa,khususnya
partai politik sat ini terjebak kedalam hal tersebut,dimana hubungan partai
dengan anggotanya masih berjarak,bahkan tidak mampu mengontrol prilaku politik
elitnya karena hubungan yg bersifat paternalistik-feodalis.kondisi inilah yang
menyebabkan carut-marutnya demokrasi kita dan tarik-menarik kepentingan
individu, pengurus partai politk,disamping itu juga watak mengkambing hitamkan
pihak luar masih kuat tertanam.sedangkan di tingkat masyarakat sipil masih
belum mengakomodasi perbedaan pendapat elite sebagai bagian komunikasi
politik,bukan intrik semata.
Pelajaran itu datang,bukan hanya sekedar melihat cara
pandang internal dalam melakukan kritik,tetapi juga dapat menjadikan aq belajar,
bagaimana sebaiknya aq, melakukan Kritik Otokritik mengenai organisasi ,sehingga
bangsa ini bisa menjadi bangsa yg besar dengan tradisi demokrasi yg elegan,dewasa,dan
benar,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar